Obat Sakit Gigi di Rekomendasikan oleh Dokter – Rasa tidak nyaman yang timbul akibat sakit gigi dapat diatasi dengan obat sakit gigi. Obat sakit gigi pun terdiri dari obat yang dapat ditemukan di pengeluaran macau apotek dan obat antibiotik yang perlu memperoleh resep dari dokter. Kebanyakan obat sakit gigi bisa Anda beli di apotek terdekat tanpa perlu menebus resep dokter. Namun, sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter gigi untuk mencari obat mana yang paling pas untuk Anda.

Sakit gigi jadi salah satu situasi yang begitu menyiksa. Pengaruh dari sakit gigi bukan hanya kehilangan nafsu makan saja, melainkan dapat mempengaruhi mood hingga mengganggu aktivitas sehari-hari kamu. Parahnya, sakit gigi bisa memicu penyakit yang serius jika tidak cepat ditangani. Menurut berbagai penelitian, penyakit gigi dan gusi bisa menyebabkan gangguan pada jantung, bahkan mampu menimbulkan resiko stroke. Karena itu, kamu perlu cepat menangani sakit gigi agar tidak menjalar ke penyakit yang lebih parah. Kamu bisa gunakan obat gigi yang mudah ditemukan di apotik terlebih dahulu sekaligus berkonsultasi ke dokter gigi.

Naproxen

Naproxen adalah obat pereda nyeri yang juga sering digunakan untuk mengobati sakit gigi. Obat sakit gigi ini tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 220 mg. Contoh merek obat naproxen adalah Xenifar. Dosis obat sakit gigi naproxen sebagai berikut..

  • Orang dewasa: 550 mg naproxen sodium diminum sekali, diikuti oleh 550 mg naproxen sodium setiap 12 jam, atau 275 mg (naproxen sodium)/250 mg (naproxen) setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan.
  • Anak-anak yang lebih dari 2 tahun: 2,5-10 mg/kg/dosis. Dosis harian maksimum adalah 10 mg/kg, diberikan setiap 8 sampai 12 jam.

Namun, Anda harus mewaspadai efek samping dari obat ini. Beberapa efek samping umum yang sering kali terjadi jika slot spaceman meminum obat ini adalah sakit perut, mulas ringan, diare, sembelit, perut kembung, sakit kepala, kulit gatal dan memerah, serta penglihatan kabur.

Apabila Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, sebaiknya beritahu dokter kalau Anda akan menggunakan obat ini. Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu jika punya riwayat penyakit ginjal dan hati, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah.

Benzocaine

Sebenarnya benzocaine adalah obat anestesi lokal yang cara kerjanya adalah dengan memblokir sinyal saraf di tubuh Anda. Ada pula benzocaine topikal yang bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan sehingga kulit atau permukaan di dalam mulut jadi mati rasa. Efek samping yang mungkin timbul akibat obat benzocaine antara lain:

  • Bibir, kuku, dan telapak tangan berubah warna menjadi kebiruan
  • Urine berwarna gelap
  • Susah bernapas
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Demam tinggi
  • Mual
  • Kulit pucat
  • Detak jantung cepat
  • Sakit tenggorokan
  • Luka yang tidak biasa
  • Rasa lelah yang tidak biasa
  • Muntah
  • Kondisi semakin parah, terjadi iritasi, pembengkakan, atau area mulut berubah kemerahan

Dentova Pro Mouthwash

Obat kumur atau mouthwash bisa juga menjadi alternatif pengobatan sakit gigi. Dentova Pro Mouthwash memiliki antiseptik yang mampu memberantas mikroorganisme jahat. Kandungannya meliputi Chlorhexidine Digluconate 0,2%, Allantoin, Peppermint dan Eucalyptus Mint. Mampu mengurangi permasalahan gigi sensitif dan berlubang, mencegah pertumbuhan plak bakteri, serta mencegah kerusakan jaringan penyangga gigi. Gunakan Dentova Pro Mouthwash sebanyak dua kali sehari dengan cara berkumur selama satu menit.

  • Efek Samping: Hipersensitif, peradangan di mulut, hingga mulut kering.
  • Rentang Harga: Rp20.900 – Rp24.000 (220 ml)

Hidrogen peroksida 3%

Hidrogen peroksida adalah antiseptik cair yang sering dijadikan obat kumur untuk membunuh bakteri serta kuman penyebab terjadinya masalah gigi dan gusi termasuk sariawan juga radang gusi. Cukup larutkan hidrogen peroksida dengan air lalu kumur-kumur selama 30 detik. Setelahnya segera buang dan kumur lagi dengan air bersih. Ingat, cairan hidrogen peroksida harus dilarutkan dulu karena bentuk murninya bisa melukai mulut dan gusi.

Ibuprofen

Sama seperti paracetamol, ibuprofen juga tergolong NSAID yang bisa menjadi cara mengobati sakit gigi dan masalah penyerta lainnya. Namun, hindari minum ibuprofen saat perut kosong karena akan melukai lambung. Ibuprofen sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid diklaim dapat bekerja dengan baik untuk sakit gigi karena mampu mengurangi masalah peradangan. Hal ini umum terjadi ketika terjadi nyeri pada gigi Anda. Ibuprofen merupakan jenis obat generik yang tersedia dalam berbagai merk, seperti Brufen, Proris, Arfen, Advil, Motrin, dan masih banyak lagi. Dosis ibuprofen untuk mengatasi sakit gigi sebagai berikut.

  • Orang dewasa dan remaja: Sekitar 200-400 mg setiap 4-6 jam, tergantung dengan kebutuhan dan rasa sakit yang dirasakan. Batas dosis yang paling tinggi adalah 3200 mg/hari (jika mendapatkannya dari resep).
  • Anak di atas 6 bulan: Dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi biasanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg per hari. Pemberian ibuprofen pada anak-anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Ponstan

Nama obat sakit gigi yang paten dan sering digunakan adalah ponstan. Ponstan sering digunakan untuk mengobati rasa sakit mulai dari sakit gigi sampai cedera otot bahkan sakit setelah melahirkan. Kandungan asam mefenamat dalam ponstan membuat obat ini bekerja meredakan sakit dan peradangan yang diderita. Tapi, perlu diketahui obat ini tidak bisa sepenuhnya menyembuhkan rasa sakit.

  • Efek Samping: Reaksi hipersensitif, diare, konstipasi, pusing, nyeri perut, mual, hingga muntah.
  • Rentang Harga: Rp28.500 – Rp40.000

Dentasol

Selain ponstan dan ibuprofen, dentasol juga dapat dijadikan alternatif menyembuhkan sakit gigi. Obat sakit gigi ini terdiri dari dua bentuk, ada yang kaplet ada pula yang berbentuk obat tetes. Dalam obat ini terdapat zat anestesi topikal dengan antiseptik yang dapat diaplikasikan secara langsung pada gigi yang sakit. Kandungan zat tersebut mampu mengurangi rasa nyeri akibat sakit gigi juga mampu mengobati infeksi jamur dan bakteri lho, Kamu.

  • Efek Samping: Sensasi terbakar dan menyengat, dermatitis kontak, ruam, gatal biduran, hingga nyeri tekan.
  • Rentang Harga: Rp7.774 – Rp25.000

Paracetamol

Paracetamol termasuk obat golongan NSAID (Obat antiinflamasi nonsteroid). Mengutip hasil studi jurnal Annals of Maxillofacial Surgery, obat ini juga bisa membantu meredakan sakit gigi terutama untuk rasa nyeri yang terjadi setelah cabut gigi. Paracetamol bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di otak sehingga mampu menghentikan rasa sakit. Paracetamol juga dapat menurunkan demam dan meringankan sakit kepala yang sering muncul akibat sakit gigi. Obat ini tersedia di Indonesia dalam berbagai merek seperti Panadol, Biogesic, Sumagesic, Bodrex, dan sebagainya.

Dosis paracetamol untuk mengobati sakit gigi, antara lain.

  • Orang dewasa: 1000 mg tiap 6-8 jam atau 2 tablet 500 mg diminum tiap 4-6 jam.
  • Anak yang berusia 12 atau lebih: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari
  • Anak berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun: 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan dan jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari.

Namun apabila Anda punya alergi atau masalah serius pada hati, Anda tidak dianjurkan untuk meminum paracetamol ini. Pastikan Anda membaca cara pakainya terlebih dulu pada label kemasan.

Gumafixa

Gumafixa adalah obat gigi herbal yang telah terdaftar di BPOM RI. Mampu mengatasi berbagai macam permasalahan gigi termasuk gigi berlubang, polip gigi, atau gusi bengkak. Obat herbal ini memiliki komposisi Oleum Syzygium Aromaticum Folium 90% dan Oleum Peppermint Folium 10%. Gumafixa aman untuk digunakan segala usia dari dewasa, anak-anak hingga ibu hamil dan menyusui. Cara menggunakan Gumafixa tinggal tetes tiga kali cairan Gumafixa ke kapas lalu tempelkan ke bagian gigi sakit. Tunggu 1 – 5 menit hingga sakit gigi reda.

  • Efek Samping: 
  • Rentang Harga: Rp175.000 – Rp250.000 (10 ml)